Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Morgan Stanley mempertahankan peringkat "netral" untuk Oracle (ORCL.US): Kinerja OCI sesuai target, namun tekanan struktural pada margin laba kotor menjadi beban valuasi.

Morgan Stanley mempertahankan peringkat "netral" untuk Oracle (ORCL.US): Kinerja OCI sesuai target, namun tekanan struktural pada margin laba kotor menjadi beban valuasi.

智通财经智通财经2026/09/14 06:46
Tampilkan aslinya

Analis Morgan Stanley, Sanjit Singh, dalam laporan terbarunya mempertahankan peringkat "netral" untuk Oracle dan target harga sebesar 210 dolar AS.

Menurut aplikasi Zhihu Finance, analis Morgan Stanley Sanjit Singh dalam laporan terbarunya mempertahankan peringkat "netral" dan target harga 210 dolar AS untuk Oracle (ORCL.US). Judul laporan dengan tepat merangkum inti dari laporan keuangan ini: "Kinerja OCI sesuai target, margin laba kotor masih perlu ditingkatkan".

Sebelumnya, Oracle merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang nyaris sempurna. Pendapatan sebesar 19,35 miliar dolar AS, meningkat 30% year-on-year; pendapatan cloud infrastructure (OCI) 7,4 miliar dolar AS, melonjak 121% year-on-year; kontrak cloud AI baru dalam satu kuartal melebihi 30 miliar dolar AS; sisa kewajiban pelaksanaan (RPO) melonjak menjadi 664 miliar dolar AS, naik 209 miliar dolar AS secara tahunan. Namun, reaksi harga saham terhadap laporan ini justru menjadi contoh "V-shape mendalam" paling dramatis di saham teknologi belakangan ini — naik hampir 8% setelah jam perdagangan, namun turun 1,74% pada hari berikutnya, dan sepanjang tahun masih mengalami penurunan lebih dari 20%.

Saat jarak antara kinerja operasional unggul dan pergerakan saham semakin lebar, Oracle kini menghadapi bukan sekadar hasil satu laporan keuangan, tetapi sebuah pertanyaan mendasar: "Apakah model bisnis infrastruktur AI dapat diterima oleh Wall Street".

Pendapat "netral" Morgan Stanley bukan penolakan terhadap narasi AI Oracle, melainkan bentuk kehati-hatian "menunggu pembuktian". Mereka mengakui kapasitas produksi OCI tersebar di beberapa lokasi dan tidak bergantung pada satu proyek saja; mereka mengakui premi rata-rata 20% setelah kontrak GPU berakhir, menandakan perusahaan memiliki kekuatan penetapan harga dan bukan dipaksa memperpanjang kontrak; mereka juga mengakui penyelesaian rencana pembiayaan ekuitas sebesar 20 miliar dolar AS telah menghilangkan tekanan dilusi ekuitas jangka pendek.

Namun, inti keberatannya terletak pada: margin laba kotor bisnis infrastruktur AI belum terbukti mampu menyamai tingginya margin bisnis software tradisional perusahaan. Ketika proporsi pendapatan cloud infrastructure terus naik, tekanan struktural penurunan margin laba kotor secara keseluruhan akan sulit dihindari.

Sesungguhnya "gajah di dalam ruangan": belanja modal 28,5 miliar dolar AS dan arus kas bebas negatif 5,4 miliar dolar AS

Inilah alasan utama terjadinya perbedaan antara harga saham dan fundamental perusahaan. Belanja modal Oracle pada kuartal ini melonjak ke 28,5 miliar dolar AS, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 8,5 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas bebas memburuk drastis dari negatif 362 juta dolar AS tahun lalu menjadi negatif 5,4 miliar dolar AS. Total utang perusahaan kini mencapai 125 miliar dolar AS.

Panduan belanja modal setahun penuh tetap berada di kisaran 90 miliar hingga 95 miliar dolar AS. Manajemen memproyeksikan belanja modal bersih tahun fiskal 2027 sekitar 70 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dari 55,7 miliar dolar AS di tahun fiskal sebelumnya.

Inti permasalahannya ada pada: Ketika sebuah perusahaan membakar nyaris 30 miliar dolar AS setiap kuartal untuk membangun pusat data, sementara pertumbuhan pendapatan meskipun kuat namun belum cukup menutup tingkat konsumsi modal seperti ini, investor membutuhkan jadwal waktu yang jelas "kapan bisa menghasilkan arus kas bebas positif". Jawaban Oracle saat ini adalah "segera setelah memasuki fase pertumbuhan" — tapi berapa lama itu? Apakah kesabaran pasar modal bisa bertahan sampai saat itu?

Morgan Stanley dalam laporannya menegaskan, margin laba kotor dan konversi arus kas bebas bisnis infrastruktur AI adalah variabel kunci yang menentukan apakah valuasi Oracle bisa naik dari "netral" menjadi "overweight".

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!