Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Kebijakan harga obat pemerintahan Trump berdampak luas! CEO Alcon (ALC.US) memperingatkan: beberapa obat mungkin akan keluar dari pasar Eropa

Kebijakan harga obat pemerintahan Trump berdampak luas! CEO Alcon (ALC.US) memperingatkan: beberapa obat mungkin akan keluar dari pasar Eropa

智通财经智通财经2026/09/14 09:21
Tampilkan aslinya

CEO Alcon, David Endicott, memperingatkan bahwa kebijakan pemerintahan Trump yang mendorong penyesuaian harga obat di Amerika Serikat dengan harga di negara-negara lain, dapat menyebabkan beberapa obat tidak lagi tersedia di Eropa.

Menurut informasi dari Zhengtong Finance APP, CEO perusahaan perawatan mata Alcon (ALC.US), David Endicott, memperingatkan bahwa upaya pemerintahan Trump untuk mengaitkan harga obat di Amerika Serikat dengan harga di negara lain bisa menyebabkan beberapa obat tidak lagi tersedia di pasar Eropa.

Banyak produk inovatif dijual dengan harga lebih rendah di negara lain, sementara Gedung Putih ingin harga obat di AS sebanding dengan harga-harga tersebut. Karena itu, beberapa perusahaan mungkin lebih memilih tidak menjual produknya di Eropa daripada harus menurunkan harga di pasar AS yang sangat besar. Dalam sebuah wawancara pada hari Senin, Endicott mengatakan bahwa pendekatan ini berarti "harga di luar AS akan dinegosiasikan oleh AS." Ia menambahkan, "Kami berupaya menjaga aksesibilitas seluas mungkin, tetapi jelas juga harus mempertanggungjawabkan kepentingan pemegang saham."

Alcon adalah perusahaan perawatan mata asal Swiss yang memproduksi alat bedah, lensa kontak, dan obat-obatan. Pada akhir Agustus, bersama sembilan perusahaan farmasi dan bioteknologi lain, perusahaan ini mencapai kesepakatan harga obat dengan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut bertujuan memastikan produk Alcon tetap tersedia bagi pasien di AS, sekaligus pemerintah AS berupaya mengaitkan harga obat di AS dengan harga di negara maju lain.

Endicott menyatakan, "Setiap pasar akan mengembangkan sistem penggantian biaya dan mekanisme negosiasinya sendiri, dan kami memang melakukan hal yang sama di seluruh dunia. Seiring kami terus bernegosiasi soal harga, kami akan terus maju secara global dan mencari tahu apa maknanya ini."

Patut dicatat, sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet pada hari Minggu lalu menemukan bahwa upaya pemerintahan Trump menurunkan pengeluaran obat di AS justru menjadi insentif kuat bagi perusahaan farmasi untuk menaikkan harga obat dan mengurangi aksesibilitas obat di seluruh dunia. Temuan studi ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan Endicott.

Para peneliti menemukan bahwa dari obat-obatan yang mereka pelajari, sekitar tiga perempat di antaranya, jika perusahaan farmasi membebankan harga lebih rendah kepada Medicare di AS, maka pendapatan yang hilang di AS akan melebihi seluruh penjualan obat di negara lain yang dijadikan acuan harga lebih rendah. Akibatnya, produsen obat dapat menaikkan harga di beberapa negara atau bahkan menarik diri dari pasar tertentu.

Beberapa perusahaan telah mencoba memanfaatkan kebijakan harga obat di AS ini sebagai pengungkit untuk menaikkan harga di tempat lain. Misalnya, Astellas Pharma menyatakan bahwa karena kekhawatiran terhadap kebijakan harga Trump, tahun ini mereka mendapatkan harga yang lebih tinggi di Jepang untuk sebuah obat mata baru.

Sementara itu, di Eropa, beberapa perusahaan mulai memangkas rencana mereka. CEO Biogen, Chris Viehbacher, tahun ini mengatakan bahwa perusahaannya hanya akan meluncurkan obat baru untuk depresi pasca melahirkan, Zurzuvae, di beberapa negara Eropa saja. Roche Holding juga menyatakan, kemungkinan mereka tidak akan pernah meluncurkan tablet kanker payudara yang belum mendapatkan persetujuan di pasar asalnya, Swiss.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Chip AI buatan Meta sendiri akan diterapkan pada paruh pertama tahun depan, bertujuan untuk menurunkan biaya dan mengurangi ketergantungan pada Nvidia.

Meta akan mulai menggunakan chip AI generasi ketiga yang dikembangkannya sendiri, MTIA 450, di pusat data pada paruh pertama tahun depan, sementara generasi keempat diperkirakan akan memasuki pusat data pada akhir tahun 2027. Dalam 12 bulan ke depan, komitmen Meta untuk distribusi chip buatannya sendiri telah melebihi setara konsumsi listrik 1 GW. Wakil Presiden Teknik Meta, Yee Jiun Song, menyatakan bahwa dibandingkan dengan produk yang saat ini dikirim oleh Nvidia, chip buatan sendiri memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah saat menjalankan model AI.

华尔街见闻2026/09/15 14:51

Minyak mentah AS berbalik turun

金色财经2026/09/15 13:25