Grab (GRAB.US) mengakuisisi 60% saham dari platform Buy Now Pay Later Atome sebesar 1.49 miliar dolar, bertaruh pada kredit konsumsi sebagai “batas depan berikutnya”.
Grab berencana untuk pertama-tama mengakuisisi 60% saham Atome Financial dengan uang tunai sebesar 1.49 miliar dolar AS, lalu mengakuisisi sisa 40% saham sekitar dua tahun kemudian.
Menurut informasi dari Zhihu Finance APP, Grab (GRAB.US) sedang mengakuisisi platform buy now pay later (BNPL) Atome Financial yang berbasis di Singapura untuk memperluas bisnis kredit konsumen. Perusahaan tersebut mengumumkan akan mengakuisisi 60% saham pengendali Atome dengan harga tunai sebesar 1,49 miliar dolar AS, dan berencana untuk membeli sisa 40% saham sekitar dua tahun setelah transaksi pertama selesai. Kepala Keuangan Grab, Peter Oey, pada hari Rabu mengatakan bahwa struktur dua tahap ini sebagian bertujuan untuk "mengurangi risiko" transaksi dari segi alokasi modal.
Pada saat yang sama, Grab juga meningkatkan prospek kinerja tahun 2028 dan secara terpisah menyatakan bahwa mereka berencana untuk menyelesaikan sisa program pembelian kembali saham sekitar 900 juta dolar AS dalam 12 bulan ke depan.
Transaksi akuisisi ini merupakan bagian dari upaya Grab untuk mengembangkan skala layanan keuangan di luar produk yang sudah ada, dengan bertaruh bahwa Atome dapat membantu memperluas jangkauan kredit konsumennya.
"Semua hal ini jika digabungkan sebenarnya meningkatkan kapabilitas layanan keuangan kami ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Oey, seraya menambahkan bahwa transaksi ini akan meningkatkan kinerja perusahaan dan menjadi salah satu alasan Grab menaikkan prospek tahun 2028.
Oey menyatakan, Atome telah bekerja sama dengan merek dari sektor pariwisata, kecantikan, dan e-commerce, yang memungkinkan Grab memasuki bidang di mana kehadirannya selama ini terbatas.
Ia mengatakan, transaksi ini diharapkan rampung tahun depan, yang berarti kontribusi Atome akan semakin signifikan pada akhir tahun depan hingga 2028. Grab memperkirakan divisi layanan keuangannya akan mencapai EBITDA yang disesuaikan sebesar 500 juta dolar AS pada tahun 2028.
Oey menambahkan, Grab berencana mempertahankan tim manajemen Atome, dan jeda antara dua tahap akuisisi ini memberi kedua perusahaan waktu untuk mengembangkan potensi sinergi.
Selain transaksi Atome, Oey juga menyoroti micro-investing sebagai peluang potensial lain di Asia Tenggara. Ia menambahkan bahwa akses kredit yang adil di Asia Tenggara merupakan bidang yang ingin dikembangkan perusahaan bersama para regulator.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
CPI Inggris pada bulan Agustus naik menjadi 3,1%, mencapai level tertinggi dalam 5 bulan. Lonjakan harga minyak memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
CPI Inggris pada bulan Agustus naik menjadi 3,1%, tertinggi sejak Maret, dengan harga bensin di SPBU sebagai penyebab utama. Inflasi sektor jasa tetap di 3,4%, tagihan energi diperkirakan naik 25% tahun depan, sehingga semakin sulit bagi Bank Sentral Inggris untuk tidak mengambil tindakan.

