“Per 16 September, sudah terserap Rp 25,29 triliun dan dinikmati oleh 108.000 orang, yang mayoritasnya adalah pelaku UMKM,” ujar Maruarar dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, dikutip Kamis (17/9/2026).
Maruarar menjelaskan bahwa KUR Perumahan tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan atau pembelian rumah baru, tetapi juga untuk renovasi.
Advertisement
“Program ini sudah membantu masyarakat merenovasi sebanyak 86.900 rumah, di luar pembangunan dan pembelian rumah baru. Bayangkan kalau tidak ada program ini, artinya rumah yang direnovasi berkurang sekitar 80 ribuan,” paparnya.
Melihat tingginya penyerapan program, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menaikkan plafon KUR Perumahan dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun pada Juni 2026.
“Plafon dinaikkan oleh Pak Airlangga pada Juni lalu dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun. Menurut saya, ini salah satu KUR yang paling berhasil,” tutur Maruarar.
Optimistis Tembus 100.000 Rumah di Akhir Tahun
Maruarar pun meyakini jumlah rumah yang direnovasi melalui KUR Perumahan akan terus bertambah hingga akhir tahun.
“Saya yakin nilainya akan menembus 100.000 rumah di akhir tahun. Itu pasti, karena saat ini saja sudah mencapai 86.000,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya program pemerintah yang memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar kegiatan formalitas.
“Kita buat program itu jangan yang ngambang, mengawang-ngawang, atau tidak berguna. Jangan sampai kita 'syur' sendiri, tapi rakyat tidak bisa menikmati. Tidak ada gunanya kita kerja seperti itu,” pungkas Maruarar.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement




