Waymo, anak usaha Alphabet (GOOGL.US), ditetapkan akan memasuki pasar Singapura pada tahun 2028, membuka medan baru untuk kendaraan tanpa pengemudi.
Waymo berencana untuk meluncurkan layanan Robotaxi-nya di Singapura pada tahun 2028, ini merupakan langkah ekspansi terbaru dari perusahaan di bawah Alphabet (GOOGL.US) setelah serangkaian ekspansi di Amerika Serikat dan luar negeri.
Aplikasi Zhihu Finance APP melaporkan, Waymo berencana meluncurkan layanan Robotaxi di Singapura pada tahun 2028, yang merupakan ekspansi terbaru dari perusahaan milik Alphabet (GOOGL.US) ini baik di Amerika Serikat maupun luar negeri.
Waymo menyatakan akan menurunkan armada mobil listrik Jaguar I-PACE di negara kota Asia tersebut dalam beberapa bulan mendatang. Dalam pernyataannya Kamis malam waktu Amerika Serikat, perusahaan ini menjelaskan bahwa mulai tahun depan, para profesional terlatihnya akan mengemudikan kendaraan tersebut secara manual untuk melakukan pemetaan serta mempelajari kondisi jalan dan pola cuaca muson di Singapura.
Waymo telah menawarkan layanan berbayar di 15 kota di Amerika Serikat dan terus bersiap untuk ekspansi internasional, termasuk ke London, Tokyo, dan Jerman. Perusahaan ini juga telah mendaftarkan badan operasional di Prancis, Belanda, dan Spanyol, meskipun rencana komersialnya belum diumumkan. Baru-baru ini, Waymo telah meluncurkan layanan penumpang berbayar di beberapa pasar, termasuk di Las Vegas pada minggu ini, serta di Denver, San Diego, dan Tampa, Florida, pada awal bulan ini.
Saat layanan terbuka untuk publik di Singapura pada tahun 2028, Waymo berencana menyediakan layanan kendaraan melalui aplikasi konsumen miliknya. Ini berbeda dengan cara yang dilakukan oleh pesaing asal Tiongkok, seperti WeRide dan Pony.ai, yang telah menawarkan layanan berskala kecil di Singapura melalui kerja sama dengan platform ride-hailing lokal seperti Grab Holdings Ltd. dan ComfortDelGro Corp Ltd.
Belum jelas apakah Waymo akan mengoperasikan rute terbatas seperti yang ditawarkan oleh penyedia layanan Robotaxi lainnya di Singapura. Dalam pernyataannya, Waymo mengatakan layanannya akan melengkapi jaringan transportasi umum di pasar tersebut dengan menghubungkan "titik perjalanan awal dan akhir antara kawasan perumahan dan pusat bisnis."
Seorang juru bicara Waymo menyatakan bahwa perusahaan berencana memetakan seluruh wilayah Singapura secara manual dan mengumpulkan data yang diperlukan agar dapat mengajukan persetujuan dari Otoritas Transportasi Darat Singapura untuk sistem kemudi otomatisnya pada tahun 2027.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Barclays: Bank Sentral Inggris memperlambat langkah pengurangan neraca diharapkan dapat meredakan tekanan pasar repo dan obligasi pemerintah Inggris
Strategi dari Barclays menyatakan bahwa rencana Bank of England untuk memperlambat laju penjualan obligasi akan meredakan tekanan pada operasi repo, sekaligus memberikan dukungan bagi obligasi pemerintah Inggris jangka panjang yang sedang mengalami tekanan.
