Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta (APBN KiTa) edisi perdana Suahasil sebagai Menteri Keuangan. Dia menegaskan APBN tetap dalam kondisi yang kuat dengan keseimbangan primer yang positif.
"Kalau kita lihat APBN kita tentu gambar besarnya adalah pendapatan, belanja dan pembiayaan. Di akhir Agustus 2026 kinerja APBN kita itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkndali," kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).
Advertisement
Dalam paparannya, Suahasil menampilkan Pendapatan Negara tembus Rp 2.056,6 triliun atau 65,2% dari target sepanjang 2026. Angka tersebut naik 25,4% secara tahunan atau year on year (yoy).
Kemudian, belanja negara terkendalibdi angka Rp 2.295,7 triliun atau 59,7% dari target sepanjang tahun. Jumlah itu naik 17,1% secara tahunan.
Angka defisit APBN per Agustus 2026 juga diklaim pada kondisi terkendali pada Rp 240,1 triliun atau 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Suahasil mencatat keseimbangan primer di angka Rp 154 triliun.
"Ini artinya memang perjalanan APBN nya relatively on track. Pendapatan negara Rp 2.055,6 triliun, 65% dari target, belanja negaranya Rp 2.295 (triliun), maka defisitnya adalah Rp 240,1 triliun yang artinya asalah 0,93 persen dari PDB kita," jelas Suahasil.
Bakom Yakin APBN Stabil
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengaku optimistis Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mampu menjaga perekonomian Indonesia tetap tumbuh dan stabil.
Qodari menilai Suahasil memiliki bekal keilmuan serta pengalaman yang mumpuni untuk menjalankan tugas di tampuk kepemimpinan Kementerian Keuangan.
Menurutnya, kemampuan mengawal pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi menjadi salah satu keunggulan utama Suahasil.
"Kami sangat yakin bahwa Pak Suahasil akan sangat berhasil menjalankan tugas sebagai Menkeu," kata Qodari dikutip dari siaran persnya, Selasa (15/9/2026).
Pengalaman Jadi Wakil Menteri
Ia merinci dua kelebihan Suahasil yang dinilai sanggup menjaga kondisi fiskal tetap sehat. Pertama, Suahasil memiliki latar belakang akademik yang kuat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia (UI).
Kedua, Suahasil sudah sangat memahami seluk-beluk dan cara kerja di internal Kemenkeu karena telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
"Beliau sudah sangat mengenal seluk-beluk di Kementerian Keuangan karena sekitar 6-7 tahun jadi Wamenkeu dan sebelumnya beliau pernah jadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal di sini," kata Qodari.
Advertisement
Dianggap Punya Kompetensi
Dengan rekam jejak tersebut, Qodari meyakini Suahasil memiliki kompetensi utuh untuk mengelola kebijakan fiskal di tengah dinamika ekonomi saat ini. Ia optimistis Suahasil mampu mendorok pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan aspek kehati-hatian.
"Itu adalah salah satu kelebihan Pak Suahasil, terutama dalam situasi seperti sekarang ini, tentunya APBN merupakan salah satu instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus jaga stabilitas ekonomi Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, Qodari melihat Indonesia memiliki potensi ekonomi besar yang sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengedepankan amanat Pasal 33 UUD 1945.
"Implementasinya Insyaallah bisa diwujudkan dengan semaksimal mungkin oleh Bapak Suahasil Nazara. Sekali lagi ini akan menjadi suatu manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia, mampu mengurangi kesenjangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia seluas-luasnya dan kehidupan masyarakat Indonesia akan lebih baik ke depan," tutur Qodari.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
