Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Goldman Sachs: Kekhawatiran tentang "gelembung laba" terlalu dibesar-besarkan, S&P 500 diperkirakan akan naik ke 8700 poin tahun depan

Goldman Sachs: Kekhawatiran tentang "gelembung laba" terlalu dibesar-besarkan, S&P 500 diperkirakan akan naik ke 8700 poin tahun depan

智通财经智通财经2026/09/18 11:51
Tampilkan aslinya

Goldman Sachs memprediksi bahwa laba perusahaan akan tumbuh sebesar 11% tahun depan dan berpotensi mendorong indeks S&P 500 naik sebesar 14% dalam setahun ke depan menjadi sekitar 8.700 poin.

Menurut aplikasi Jinse Finance, para ahli strategi di Goldman Sachs menyatakan bahwa kinerja laba perusahaan Amerika yang mengesankan didukung oleh prospek ekonomi yang kuat dan tren kecerdasan buatan (AI), yang berarti kekhawatiran akan “gelembung laba” terlalu dibesar-besarkan. Goldman Sachs memprediksi laba perusahaan tahun depan akan tumbuh sebesar 11%, dan diperkirakan akan mendorong indeks S&P 500 naik 14% dalam setahun ke depan ke sekitar 8700 poin.

Data menunjukkan bahwa laba perusahaan anggota indeks S&P 500 melonjak sekitar 30% pada dua kuartal sebelumnya, termasuk dalam kinerja terkuat yang pernah tercatat. Ekspektasi laba sepanjang tahun juga mencapai level tertinggi sejak rebound pandemi COVID-19 tahun 2021.

Goldman Sachs: Kekhawatiran tentang

Meskipun pertumbuhan pesat ini menunjukkan perusahaan sedang “berlaba berlebihan” seiring dengan lonjakan investasi AI, tim strategi Goldman Sachs yang dipimpin oleh Ben Snider menyatakan bahwa mereka memprediksi pertumbuhan laba akan melambat dalam beberapa tahun ke depan, bukan mengalami kejatuhan total.

Snider menulis dalam sebuah laporan: “Harga pasar mencerminkan ekspektasi pertumbuhan laba berkelanjutan, namun tetap memiliki keraguan yang masuk akal terhadap keberlanjutan laba saat ini.”

Karena kekhawatiran inflasi, pasar saham Amerika melemah sejak mencetak rekor tertinggi pada bulan Agustus. Nilai indeks S&P 500 menurun, tetapi para analis tetap menaikkan proyeksi laba. Data menunjukkan bahwa pasar secara umum memperkirakan pertumbuhan laba pada tahun 2027 dan 2028 masing-masing sebesar 19% dan 17%, tetap pada tingkat yang sehat.

Goldman Sachs memprediksi laba perusahaan tahun depan akan tumbuh sebesar 11%, relatif konservatif. Tim strategi tersebut menyatakan bahwa meskipun belanja modal terus meningkat, dorongan dari investasi AI diperkirakan mulai berkurang pada tahun 2027. Snider menambahkan bahwa ekspansi margin laba perusahaan terkait semikonduktor kemungkinan juga akan melambat tahun depan.

Ia memperkirakan indeks S&P 500 akan naik 14% dalam setahun ke depan ke sekitar 8700 poin, dengan pendorong utama berasal dari pertumbuhan laba, bukan ekspansi valuasi. Snider merupakan salah satu sosok yang paling optimis terhadap pasar pada awal tahun ini. Ia memprediksi dengan tepat bahwa laba kuat dan popularitas AI akan mengimbangi dampak harga minyak tinggi serta kenaikan suku bunga, sehingga bull market terus berlanjut.

Sementara itu, para ahli strategi Bank of America termasuk Jared Woodard dan Michael Hartnett memperingatkan bahwa mengingat prospek perlambatan pertumbuhan laba, posisi investor saat ini masih terlalu optimis. Bank of America mengutip data EPFR Global yang menunjukkan bahwa investor pekan lalu masuk ke pasar saham Amerika dengan laju tercepat dalam tiga bulan terakhir, sekaligus menarik dana dari obligasi korporasi.

Laporan Bank of America menunjukkan bahwa dalam satu minggu hingga Rabu, arus masuk bersih ke pasar saham sebesar 79,3 miliar dolar AS, di mana 63,8 miliar dolar AS mengalir ke saham Amerika, sementara obligasi tingkat investasi keluar sebesar 1 miliar dolar AS dan obligasi imbal hasil tinggi keluar 2,5 miliar dolar AS.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!