Disney menunjuk CTO pertama: merekrut mantan CEO Character.AI Anand untuk memimpin teknologi dan platform AI
Pada tanggal 18 waktu setempat, Disney mengumumkan bahwa mantan CEO Character.AI, Karan Deep Anand, akan menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Senior dan Chief Technology Officer (CTO) pertama perusahaan mulai 2 Oktober, dan akan langsung melapor kepada CEO Josh D’Amaro.
Penulis artikel, sumber: AIBase
Josh D’Amaro baru menjabat sebagai pimpinan Disney selama beberapa bulan, dan sejak saat itu terus menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendorong perkembangan bisnis perusahaan. Sesuai penataan dari Disney, Anand akan bertanggung jawab penuh atas teknologi perusahaan, infrastruktur, data dan platform AI, serta bisnis produk dan rekayasa. Ia juga akan mengoordinasikan berbagai tim teknologi untuk mempercepat modernisasi pengembangan dan penyampaian teknologi di seluruh Disney.
"Pengalaman gabungan dalam infrastruktur, teknologi konsumen, dan AI"
Dalam sebuah pernyataan, D’Amaro mengatakan, "Karan Deep memiliki pengalaman gabungan yang langka dalam bidang infrastruktur, teknologi konsumen, dan AI, dan akan menjadi anggota penting dalam tim manajemen senior Disney, membantu kami melanjutkan tiga prioritas utama: menjadikan penceritaan yang luar biasa sebagai penuntun utama, memastikan teknologi mendukung kreativitas, dan mengoperasikan secara kolaboratif dalam semangat 'One Disney'."
Sebelum bergabung dengan Disney, Anand memimpin Character.AI—sebuah platform di mana pengguna dapat menciptakan chatbot dengan karakter berbeda dan berinteraksi dengannya. Selain merekrut Anand, Disney juga merekrut beberapa talenta dari tim teknis Character.AI. Disney menyatakan bahwa selama masa jabatan Anand, Character.AI mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi salah satu komunitas pengguna AI tingkat konsumen paling aktif di dunia, sekaligus menempatkan kepercayaan dan keamanan pengguna sebagai prioritas utama dalam perkembangan platform. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di perusahaan fintech Brex dan Facebook di bawah Meta.
Perlu dicatat bahwa tahun lalu Disney pernah mengirimkan surat penghentian pelanggaran kepada Character.AI, menuntut agar mereka berhenti menggunakan karakter berhak cipta Disney tanpa izin.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Vitalik: Tidak akan meninggalkan privasi, malah akan semakin memperkuatnya
B Riley menaikkan target harga e.l.f. Beauty menjadi 115 dolar AS
