Melansir Yahoo! Finance, Rabu (30/9/2026), tekanan finansial yang dihadapi raksasa teknologi asal Cupertino ini juga dipicu oleh penurunan pendapatan dari sektor layanan (services) jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
“Tekanan finansial datang dari dua arah, yakni menipisnya pasokan komponen penyimpanan yang mendongkrak harga, serta pendapatan layanan yang merosot dari kuartal sebelumnya pada Juni lalu—penurunan pertama sejak 2022,” ungkap ahli teknologi, Rohan Paul, melalui unggahannya di platform X.
Advertisement
Pada akhir Juli, Apple merilis proyeksi pendapatan yang cenderung konservatif untuk kuartal ini. Kebijakan tersebut diambil karena perusahaan kesulitan mendapatkan pasokan chip penyimpanan yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Masalah ini sebelumnya telah diprediksi oleh mantan CEO Apple, Tim Cook, yang memperkirakan tekanan pasokan masih akan terus berlanjut. Margin keuntungan Apple pada kuartal terbaru pun ikut tergerus imbas lonjakan harga komponen tersebut.
Cook sempat menyatakan bahwa Apple terpaksa harus menyesuaikan harga jual produk lantaran melonjaknya biaya produksi akibat komponen memori.
“Dari segi harga, menurut saya kami terpaksa menaikkannya,” ujar Cook saat menyampaikan laporan keuangan terakhirnya.
Ia menambahkan, “Kami melakukan hal ini karena berada dalam situasi yang dapat digambarkan sebagai fenomena kelangkaan memori terparah dalam kurun 100 tahun, di mana kenaikan harga memori terjadi secara eksponensial.”
Permintaan Tinggi Dorong Pendapatan Produsen Chip
Pasar chip penyimpanan saat ini berada dalam tekanan tinggi karena lonjakan permintaan high-bandwidth memory (HBM) dan advanced dynamic random-access memory (DRAM) untuk server AI. Kondisi ini terus menguras ketersediaan pasokan pasar secara global.
Produsen chip terkemuka seperti SK Hynix, Samsung Electronics, dan Micron dilaporkan telah menjual habis seluruh kapasitas produksi memori AI premium mereka hingga sebagian besar tahun 2026. Hal ini terjadi seiring langkah para raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Amazon, dan Meta yang saling berlomba membangun infrastruktur AI.
Keterbatasan pasokan tersebut mendorong harga memori melonjak tajam sekaligus memberikan kekuatan penetapan harga (pricing power) yang lebih besar kepada para produsen setelah sempat mengalami periode lesu selama beberapa tahun.
Para pengamat memperkirakan keterbatasan pasokan memori akan berlanjut hingga tahun 2027, sehingga menciptakan iklim usaha yang sangat menguntungkan bagi para produsen chip memori utama dunia.
Di sisi lain, langkah PHK dan efisiensi di bawah kepemimpinan John Ternus diharapkan dapat membantu menekan beban biaya operasional Apple. Kebijakan ini juga diproyeksikan dapat mencegah kenaikan harga produk Apple yang lebih tajam pada tahun 2027 mendatang apabila krisis pasokan chip memori terus berlanjut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
