Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Harga Beras Premium Naik, BULOG Targetkan Produksi 300 Ribu Ton hingga Akhir 2026

Harga Beras Premium Naik, BULOG Targetkan Produksi 300 Ribu Ton hingga Akhir 2026

Liputan6Liputan62026/10/09 09:18
Oleh:Liputan6
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Perum Bulog, Jumat, (9/10/2026). (Foto: Liputam6.com/Dreyandra P)

Liputan6.com, Jakarta -
Perum BULOG mempercepat pengolahan beras komersial menjadi beras premium dengan target mencapai 300 ribu ton hingga Desember 2026. Langkah ini dilakukan menyusul kenaikan harga beras premium di pasar.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pemerintah memberikan penugasan kepada BULOG untuk memperkuat pasokan beras komersial sebagai salah satu upaya merespons kenaikan harga tersebut.

Rizal menyebut realisasi pengolahan beras komersial menjadi beras premium telah mencapai sekitar 71 ribu hingga 72 ribu ton.

"Bulog diperintahkan untuk segera membuat beras komersial dengan jumlah 300 ribu ton sampai dengan bulan Desember,” ujar Rizal saat konferensi pers di Kantor Pusat Perum BULOG, Jumat, (9/10/2026).

Dia menjelaskan, BULOG melibatkan mitra-mitranya di berbagai daerah untuk mendukung proses pengolahan dan pemasaran beras premium. Pasokan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar, termasuk jaringan ritel modern.

Rizal menambahkan, tugas utama BULOG dalam penugasan pemerintah berfokus pada beras medium, sedangkan beras premium dikelola melalui program beras komersial.

Kenaikan Harga Gabah Jadi Tantangan

Selain memperkuat pasokan beras premium, Rizal menyoroti kenaikan harga gabah yang turut memengaruhi biaya pengadaan dan pengolahan beras.

Menurut dia, harga gabah di tingkat petani saat ini berada di atas Rp7.000 per kilogram, bahkan mencapai Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram di sejumlah tempat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penyerapan gabah oleh BULOG yang mengacu pada ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP).

Rizal menegaskan, BULOG tidak menyerap seluruh gabah yang tersedia di pasar. Dia menjelaskan, BULOG berperan menyerap gabah sesuai ketentuan pemerintah, termasuk ketika gabah belum dibeli oleh pelaku usaha lainnya.

"Bulog itu malah sebagai jaga gawang,” kata Rizal.

Dia juga menyebut harga pembelian gabah oleh BULOG mengacu pada ketentuan Rp 6.500 per kilogram. Menurut dia, penyerapan dilakukan sesuai ketentuan tersebut.

 

BULOG Perkuat Pasokan di Pasar

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (Dok Bulog)

Rizal berharap peningkatan pengolahan beras komersial dapat membantu memperkuat pasokan beras premium di pasar dan mendukung upaya stabilisasi harga.

Melalui target 300 ribu ton hingga akhir tahun, BULOG berupaya meningkatkan ketersediaan beras premium dengan melibatkan mitra pengolahan dan distribusi di berbagai wilayah.

Meski demikian, perkembangan harga beras ke depan juga berkaitan dengan kondisi pasokan gabah, biaya pengolahan, dan kelancaran distribusi hingga ke konsumen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!