Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Jepang Bakal Kurangi Subsidi Bensin Mulai Desember 2026

Jepang Bakal Kurangi Subsidi Bensin Mulai Desember 2026

Liputan6Liputan62026/10/31 15:51
Oleh:Liputan6
Ilustrasi bendera Jepang (AFP/Toru Yamanaka)

Liputan6.com, Jakarta -
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pada Kamis pekan ini untuk mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lainnya secara bertahap mulai Desember 2026. Langkah ini diambil Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran keuangan terkait kebijakan yang memakan biaya besar itu, yang sebelumnya dirancang untuk meredam lonjakan harga.

Mengutip Mainichi, Sabtu (31/10/2026), Takaichi juga menyampaikan kepada wartawan di Tokyo kalau pemerintah akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti yang dilakukan tahun lalu. Hal itu diperkirakan menghemat pengeluran rumah tangga rata-rata 7.000 yen atau US$ 44 selama tiga bulan terhitung mulai Desember. Nilai itu sekitar Rp 797.830.

Keputusan ini muncul setelah partai penguasa maupun partai oposisi mengusulkan agar pemerintah meninjau kembali program subsidi bensin secara bertahap dan mempertimbangkan "strategi keluar" (exit strategy), mengingat beban finansial yang ditimbulkannya bagi Jepang negara dengan kondisi fiskal terburuk di antara negara-negara maju utama.

Sejak Maret, subsidi bensin telah diberikan untuk membatasi harga eceran di kisaran 170 yen per liter. Takaichi menjelaskan, pada prinsipnya, target harga tersebut akan dinaikkan sebesar 5 yen setiap bulan menjelang musim semi, sembari terus memantau tren harga minyak mentah.

Ia menambahkan, subsidi bahan bakar yang diperkenalkan untuk menekan kenaikan harga di tengah kekhawatiran pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah merupakan langkah "transisional" untuk memitigasi dampak terhadap harga, sehingga sistem ini perlu dibuat agar lebih "berkelanjutan."

 

 

Subsidi Bensin

Takaichi juga mengungkapkan, subsidi bensin saat ini telah melampaui 50 yen atau Rp 5.753 (asumsi kurs yen terhadap rupiah di kisaran 115,1) per liter, dengan biaya lebih dari 10 miliar yen atau Rp 1,15 triliun per hari. Total biaya untuk mendanai kebijakan ini sejak ia menjabat pada Oktober tahun lalu telah mencapai sekitar 1,4 triliun yen.

Harga minyak mentah global melonjak tajam setelah Selat Hormuz praktis tertutup akibat pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari. Sebagai negara yang minim sumber daya alam, Jepang selama ini sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!