Badan standar akuntansi global akan memfokuskan perhatian pada cryptocurrency dan aset perangkat lunak pada tahun 2026.
Pada tanggal 5 Januari, International Accounting Standards Board (IASB) mengumumkan bahwa pembaruan kerangka dasar akuntansi akan menjadi fokus utama pada tahun 2026 untuk mengatasi tantangan yang dibawa oleh adopsi mata uang digital yang pesat dan meningkatnya proporsi perangkat lunak serta aset tak berwujud dalam nilai perusahaan. Di antaranya, IASB berencana untuk mempercepat penelitian terkait laporan arus kas guna mengeksplorasi isu-isu yang belum sepenuhnya tercakup oleh aturan saat ini, termasuk perlakuan akuntansi atas transaksi cryptocurrency yang berbeda dari transaksi kas tradisional. Selain itu, dewan akan mempelajari pengakuan dan pengukuran akuntansi atas aset tak berwujud, dengan fokus pada aset digital seperti perangkat lunak dan data. Para analis percaya bahwa langkah ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap metode pengungkapan keuangan dan penilaian di industri crypto dan perusahaan teknologi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mizuho menurunkan target harga Onsemi menjadi 95 dolar AS
Survei Bank Sentral Eropa menambah ketidakpastian prospek kenaikan suku bunga: ekspektasi inflasi meningkat di semua lini, semuanya di atas target 2%.
Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa ekspektasi inflasi konsumen naik pada bulan Agustus.
UNI sempat menyentuh angka 9 dolar AS
