Mark Cuban Mengatakan 'Perangkat Lunak Sudah Mati'—Dan Apa yang Menggantinya Akan Mengubah Segalanya
Pebisnis miliarder Mark Cuban memperingatkan industri teknologi tradisional, menyatakan bahwa era Software-as-a-Service (SaaS) yang kaku telah berakhir seiring kecerdasan buatan (AI) menggeser nilai dari membangun alat ke mempersonalisasikannya.
Kematian Perangkat Lunak yang Kaku
Dalam sebuah wawancara viral di podcast Technology Brothers (TBPN), Cuban memberikan prediksi suram untuk sektor perangkat lunak bernilai miliaran dolar. Ia berpendapat bahwa era alat “statik”—di mana bisnis harus menyesuaikan alur kerja mereka agar sesuai dengan keterbatasan perangkat lunak—sedang segera berakhir.
"Software sudah mati karena semuanya akan disesuaikan dengan penggunaan unik Anda," ujar Cuban, mengutip pergeseran di mana model AI membentuk diri sesuai kebutuhan bisnis spesifik secara waktu nyata.
Ia mencatat bahwa bahkan raksasa industri seperti Microsoft Corp. (NASDAQ:MSFT) pun menyadari pergeseran ini menuju “penggunaan unik” daripada platform serba guna.
ETF yang melacak saham perangkat lunak di AS telah berkinerja buruk sejauh ini di 2026. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (BATS:IGV) turun 19,34%, dan State Street SPDR S&P Software & Services ETF (NYSE:XSW) turun 17,56%.
Mark Cuban baru saja menyatakan software telah mati, dan implikasinya akan menghancurkan industri bahkan sebelum kebanyakan orang memahami apa yang terjadi.
— Dustin
Cuban: "Software sudah mati karena semuanya akan disesuaikan dengan penggunaan unik Anda."
SaaS yang kaku mati. Bisnis berhenti menyesuaikan diri dengan…
Peluang Implementasi Besar
Meskipun kematian SaaS tradisional mungkin mengancam perusahaan teknologi lama, Cuban melihat peluang besar bagi generasi pekerja berikutnya.
Ia percaya bahwa “alpha” tidak lagi terletak pada menciptakan model AI besar berikutnya, melainkan menerjemahkan kekuatan itu untuk 33 juta bisnis kecil hingga menengah di AS yang tidak memiliki anggaran untuk departemen AI khusus.
Saran Cuban kepada para pelajar sangat lugas: fokuslah pada aplikasi, bukan penciptaan. "Pelajari semua tentang AI, tapi pelajari lebih banyak bagaimana mengimplementasikannya di perusahaan," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan untuk masuk ke bisnis lama—seperti toko sepatu ritel—dan menunjukkan kepada mereka cara menyesuaikan model untuk operasi spesifik mereka adalah masa depan dunia kerja.
Frontier Karir Baru
Seiring alat AI seperti OpenAI Sora dan Google Veo milik Alphabet Inc. (NASDAQ:GOOG) (NASDAQ:GOOGL) terus berkembang, Cuban memprediksi bahwa “Technical Translator” akan menjadi peran paling penting dalam ekonomi.
Dengan menjembatani kesenjangan antara data kompleks dan masalah nyata, para profesional muda dapat memodernisasi ekonomi bisnis lebih cepat dari sebelumnya.
"Itulah setiap pekerjaan yang akan tersedia untuk anak-anak yang baru lulus sekolah," simpul Cuban, "karena setiap perusahaan membutuhkan itu."
Mark Cuban () tentang pekerjaan besar berikutnya yang harus jadi fokus para pelajar.
— TBPN
Kebanyakan perusahaan tidak tahu cara mengimplementasikan AI, terutama bisnis kecil.
"Tidak ada yang intuitif bagi perusahaan untuk mengintegrasikan AI."
"Perusahaan belum memahami bagaimana cara mengimplementasikan AI saat ini untuk mendapatkan…
Gambar Via Imagn Images
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Dari "mengejar cahaya" hingga "menuju hulu cahaya"! Morgan Stanley menegaskan: Di bawah tsunami daya komputasi, kain serat kaca dan foil tembaga memicu siklus super material
Morgan Stanley merilis laporan riset terbaru yang menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur AI global yang sedang berkembang dengan pesat kini mulai meluas dari sektor hilir seperti GPU dan manufaktur wafer ke sektor hulu, yakni bahan dasar utama yang penting.

Saat "penurunan AI" mengguncang industri semikonduktor, Goldman Sachs merilis laporan bullish! Target harga untuk "dua raksasa penyimpanan Korea" menunjukkan ruang kenaikan hampir 90%
Goldman Sachs menegaskan kembali peringkat "beli" untuk dua raksasa chip penyimpanan terbesar di dunia—Samsung Electronics dan SK Hynix. Samsung Electronics tetap berada di daftar "conviction buy" milik Goldman Sachs.

Menjelang IPO, Anthropic mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut
Anthropic mencatat laba operasi yang disesuaikan positif selama dua kuartal berturut-turut, dengan pendapatan Q2 melonjak 14 kali lipat secara tahunan menjadi 11,5 miliar dolar AS dan pendapatan tahunan telah mencapai 65 miliar dolar AS, dengan margin laba kotor lebih dari 80%. Perusahaan telah memilih untuk go public di Nasdaq, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 2 triliun dolar AS. Namun secara dramatis, CEO-nya secara langka menyerukan untuk memperlambat pengembangan AI menjelang IPO. Analisis menyatakan bahwa mencari keseimbangan antara kekhawatiran keamanan dan persaingan bisnis akan menjadi tantangan utama.
