BofA Pertahankan Rekomendasi Beli pada JD.com (JD) karena Proyeksi Pendapatan Q4 Sesuai Ekspektasi
JD.com, Inc. (NASDAQ:JD) termasuk di antara 10 saham favorit miliarder David Tepper. Pada 26 Januari, BofA Securities menurunkan target harga untuk JD.com, Inc. (NASDAQ:JD) menjadi $36 dari $38, namun tetap mempertahankan rating Buy pada raksasa e-commerce tersebut. Revisi ini dilakukan setelah analis BofA Joyce Ju mengeluarkan proyeksi untuk laporan pendapatan kuartal keempat 2025 JD.com, dengan total pendapatan diperkirakan mencapai RMB356 miliar, meningkat 2,6% secara tahunan, dan sejalan dengan konsensus.
Dari segi profitabilitas, perusahaan memperkirakan laba operasional JD Retail sebesar RMB7,8 miliar, turun 22% secara tahunan akibat subsidi besar-besaran pada Singles Day, khususnya di sektor peralatan rumah tangga.
Menurut BofA, laba bersih non-GAAP grup JD.com akan mencapai RMB0,9 miliar, di atas perkiraan pasar sebesar RMB0,6 miliar, dengan kerugian dari inisiatif baru diperkirakan turun menjadi RMB14,9 miliar dari RMB15,7 miliar pada kuartal 3.
JD.com, Inc. (NASDAQ:JD) adalah salah satu perusahaan e-commerce dan teknologi terbesar di Tiongkok. JD.com mengoperasikan platform ritel online yang luas didukung oleh logistik canggih, manajemen rantai pasok, dan layanan cloud.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Dari "mengejar cahaya" hingga "menuju hulu cahaya"! Morgan Stanley menegaskan: Di bawah tsunami daya komputasi, kain serat kaca dan foil tembaga memicu siklus super material
Morgan Stanley merilis laporan riset terbaru yang menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur AI global yang sedang berkembang dengan pesat kini mulai meluas dari sektor hilir seperti GPU dan manufaktur wafer ke sektor hulu, yakni bahan dasar utama yang penting.

Saat "penurunan AI" mengguncang industri semikonduktor, Goldman Sachs merilis laporan bullish! Target harga untuk "dua raksasa penyimpanan Korea" menunjukkan ruang kenaikan hampir 90%
Goldman Sachs menegaskan kembali peringkat "beli" untuk dua raksasa chip penyimpanan terbesar di dunia—Samsung Electronics dan SK Hynix. Samsung Electronics tetap berada di daftar "conviction buy" milik Goldman Sachs.

Menjelang IPO, Anthropic mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut
Anthropic mencatat laba operasi yang disesuaikan positif selama dua kuartal berturut-turut, dengan pendapatan Q2 melonjak 14 kali lipat secara tahunan menjadi 11,5 miliar dolar AS dan pendapatan tahunan telah mencapai 65 miliar dolar AS, dengan margin laba kotor lebih dari 80%. Perusahaan telah memilih untuk go public di Nasdaq, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai 2 triliun dolar AS. Namun secara dramatis, CEO-nya secara langka menyerukan untuk memperlambat pengembangan AI menjelang IPO. Analisis menyatakan bahwa mencari keseimbangan antara kekhawatiran keamanan dan persaingan bisnis akan menjadi tantangan utama.
