JPMorgan: Permintaan server AI meningkat, industri MLCC Asia mungkin akan memasuki siklus boom baru
BlockBeats melaporkan, pada 15 Juni, JPMorgan dalam laporan riset terbarunya menyatakan bahwa dengan terus meningkatnya permintaan pada server AI, server umum, dan elektronik otomotif, hubungan penawaran dan permintaan pasar MLCC diperkirakan akan semakin ketat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, bahkan dapat memasuki kondisi kekurangan pada 2027 hingga 2028.
MLCC adalah komponen dasar yang digunakan secara luas dalam perangkat elektronik, yang sebelumnya lebih banyak terkait dengan siklus smartphone, PC, dan elektronik konsumen. Namun kali ini, faktor pendorong utama permintaan sedang berubah. JPMorgan menilai bahwa server, terutama server AI, kini menjadi sumber pertumbuhan terpenting bagi industri. Dibandingkan dengan produk elektronik konsumen biasa, server AI memiliki tuntutan lebih tinggi terhadap stabilitas daya dan spesifikasi komponen, serta membutuhkan lebih banyak MLCC dengan kapasitas dan performa tinggi.
Laporan tersebut memperkirakan bahwa pendapatan industri MLCC global akan tumbuh dengan pesat dari 2025 hingga 2028, terutama didorong oleh kenaikan harga produk dan perbaikan struktur permintaan. JPMorgan memperkirakan, hubungan penawaran dan permintaan industri akan berubah dari sekitar 10% kelebihan pasokan pada 2025 menjadi sekitar 5% kekurangan pada 2027, dan akan meluas lebih jauh menjadi sekitar 6% kekurangan pada 2028.
Keterbatasan dari sisi pasokan menjadi kunci dalam penilaian kali ini. Meski para produsen tetap memperluas kapasitas, MLCC berspesifikasi tinggi tidak dapat sekadar diukur dengan kapasitas produksi tradisional. Produk untuk server AI dan otomotif berukuran lebih besar, memiliki tuntutan teknologi lebih tinggi, serta tingkat hasil produksi yang lebih rendah. JPMorgan menyoroti bahwa tingkat hasil perakitan MLCC untuk server AI mungkin hanya sebagian kecil dibandingkan produk biasa, yang berarti pertumbuhan kapasitas nominal belum tentu dapat langsung dikonversikan menjadi pasokan efektif.
Elektronik otomotif juga menjadi penopang stabil lain. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, hybrid, dan konfigurasi pintar, jumlah MLCC per mobil juga terus meningkat. Laporan tersebut memperkirakan, pada 2030, aplikasi pertumbuhan tinggi seperti otomotif, server, dan robot humanoid secara total akan menyumbang lebih dari sepertiga dari total permintaan MLCC.
Dari sisi investasi, JPMorgan secara keseluruhan tetap optimis terhadap produsen MLCC utama di Asia, namun lebih memilih produsen Jepang dan Taiwan dibandingkan dengan Korea. Alasannya, Murata, Taiyo Yuden, TDK dari Jepang dan Yageo dari Taiwan dinilai lebih menarik dari segi valuasi dan potensi laba. Sebaliknya, walaupun Samsung Electro-Mechanics juga mendapat manfaat dari prospek industri, harga sahamnya sudah naik signifikan sehingga keunggulan valuasinya relatif berkurang.
Namun, laporan tersebut juga mengingatkan bahwa pasar telah terlebih dahulu mengantisipasi sebagian ekspektasi optimis. Saham terkait MLCC telah naik tajam sejak awal tahun ini, dan kelanjutan tren pasar akan bergantung pada apakah permintaan server AI terus melampaui ekspektasi, apakah ekspansi kapasitas produsen terbatas, serta apakah harga produk kelas atas dapat terus naik. Bagi investor, harga industri, perubahan inventori dan pernyataan produsen mengenai hasil kapasitas produksi akan menjadi indikator utama dalam menilai kekuatan siklus industri kali ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data: Volume posisi kontrak BTC di seluruh jaringan meningkat sebesar 8,21% dalam 24 jam terakhir
