GoPlus: AI sedang digunakan untuk menambang kerentanan pada kontrak lama, disarankan agar proyek menggunakan layanan audit AI secara berkelanjutan.
Menurut ChainCatcher, perusahaan keamanan Web3 GoPlus Security mengungkapkan bahwa serangan terhadap celah smart contract semakin sering terjadi akhir-akhir ini, terutama kontrak lama yang telah dideploy selama bertahun-tahun menjadi target utama para penyerang. Para pelaku memanfaatkan teknologi AI untuk dengan cepat menemukan dan mengeksploitasi celah tersebut.
Kejadian-kejadian khas baru-baru ini meliputi:
- Pada 9 Juni, kontrak Token of Power (TOP) yang sudah dideploy 7 tahun lalu diserang di jaringan Ethereum, dengan kerugian sekitar 1,5 juta dolar AS;
- Pada 25 Mei, kontrak WUSD.fi yang telah berusia 3 tahun mengalami serangan, menyebabkan kerugian sekitar 200 ribu dolar AS;
- Pada 14 dan 18 Juni, Aztec Network mengalami dua serangan berturut-turut terhadap kontrak lama yang dideploy dua tahun lalu, dengan total kerugian lebih dari 4 juta dolar AS.
GoPlus Security percaya bahwa metode audit tradisional sulit efektif dalam mengatasi kontrak lama yang masih tersisa, sehingga layanan audit berkelanjutan berbasis AI (Always-on Audit) bisa menjadi solusi paling efektif saat ini untuk memeriksa keamanan kontrak lama dengan cepat, sekaligus menyeimbangkan antara reliabilitas dan biaya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Vitalik: Tidak akan meninggalkan privasi, malah akan semakin memperkuatnya
B Riley menaikkan target harga e.l.f. Beauty menjadi 115 dolar AS
