Harga minyak turun ke tingkat sebelum perang, mengapa suku bunga dolar tidak ikut turun?
Morning FX
Sejak Amerika dan Iran mencapai kesepakatan, harga minyak internasional telah mendekati level awal Maret tanpa disadari, melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, 1Y SOFR terus naik sejak Mei, bertentangan dengan harga minyak. MengapaSOFR tidak terpengaruh oleh penurunan harga minyak?
1. Anti-ekspektasi: Mengapa harga minyak turun begitu cepat?
Ketika perang Amerika-Iran dimulai pada bulan Maret, pasar dipenuhi kekhawatiran bahwa harga minyak internasional akan tetap tinggi sepanjang tahun, dengan banyak yang yakin harga minyak “100 sebagai dasar” di tahun ini. Bank of America bahkan menetapkan titik tertinggi pada level menakutkan 150-200. Namun kenyataannya, sejak Mei harga minyak internasional justru berfluktuasi turun dan kini telah mendekati level sebelum perang.
Mengapa pergerakan harga minyak sangat berbeda dari ekspektasi pasar? Menurut penulis, analisis terbaru JP tentang minyak mentah memberikan penjelasan yang cukup jelas:
Dalam kondisi gangguan pasokan energi akibat perang, pasar memiliki dua cara untuk membersihkan diri,
"Pertama, dengan asumsi bahwa permintaan secara keseluruhan tetap, kekurangan pasokan menyebabkan harga melonjak. Dalam jangka pendek, pasar dapat menggantikan kekurangan tersebut dengan mengonsumsi persediaan, namun akumulasi permintaan konsumsi dan persediaan dalam jangka menengah dan panjang akan membuat harga minyak semakin sulit turun dalam waktu yang lebih lama."
Inilah ekspektasi sebagian besar pelaku pasar di awal perang, namun faktanya penurunan persediaan komersial tidak sebesar yang diperkirakan, sedangkan kehilangan permintaan jauh melebihi harapan. Inilah yang mengarah pada jalan keluar lain:
“Kedua, saat pasokan tidak memadai, permintaan juga menyusut dengan cepat sehingga menekan harga minyak.” JP khusus menekankan betapa cepatnya penyesuaian permintaan minyak di Asia (terutama China) sejak konflik, tentunya perkembangan pesat di bidang energi baru menjadi faktor utama.
Berikut adalah kesimpulan JP yang ingin dibagikan: “Pasar selalu dapat membersihkan diri, namun jalan yang ditempuh pasar menuju pembersihan adalah kunci penentu harga akhir”.
2. Bertentangan dengan intuisi: Mengapa suku bunga dolar tidak mempedulikan penurunan harga minyak?
Sebelum Mei, pergerakan harga minyak dan 1Y SOFR memiliki korelasi tinggi, namun sejak pertengahan Mei korelasinya menurun drastis, hal ini cukup bertentangan dengan intuisi, karena kenaikan SOFR kali ini berasal dari logika “kenaikan harga minyak-inflasi meningkat-ekspektasi kenaikan jalur kebijakan”, tapi mengapa hanya mengikuti kenaikan dan tidak mengikuti penurunan?SOFR?
Menurut penulis, penyimpangan antara harga minyak dan suku bunga dolar saat ini disebabkan oleh dua hal: pertama, fundamental Amerika memang kuat, data nonfarm selama dua bulan berturut-turut lebih tinggi dari ekspektasi, PMI juga yang terbaik di G10. Kedua, ketua baru Federal Reserve, Walsch, dalam debutnya langsung menanamkan bom waktu untuk pengetatan, bertekad untuk mencapai target inflasi 2% yang belum tercapai selama lebih dari lima tahun; ditambah gaya komunikasi kebijakan yang ia tolak, pasar hanya bisa menambahkan premi ketidakpastian pada informasi hawkish yang ia berikan.
Jadi dalam keadaan saat ini, suku bunga dolar cenderung “mengikuti kenaikan harga minyak namun tidak mengikuti penurunan”. Kecuali (1) harga minyak stabil di bawah 80, CPI AS setelah beberapa bulan dapat turun di bawah 3%, atau (2) pasar saham AS jatuh dan fed put terpaksa diaktifkan, jika tidak suku bunga dolar jangka pendek diperkirakan sulit turun tajam.
3. Kesimpulan
Harga minyak internasional turun ke level sebelum perang, kemungkinan karena penyusutan permintaan lebih cepat daripada penurunan pasokan, pasar mengambil jalur pembersihan yang sangat berbeda dari ekspektasi awal.
SOFR “mengikuti kenaikan harga minyak namun tidak mengikuti penurunan”, kekuatan fundamental Amerika dan sikap hawkish Walsch adalah alasan utama. Untuk SOFR bisa turun tajam, kita harus menunggu CPI AS turun signifikan atau pasar saham AS jatuh.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Trump akan membentuk "pasukan kecerdasan buatan", sebelumnya menyebut "risiko keamanan AI" sebagai "tipuan"
Trump mengumumkan akan membentuk "Pasukan AI Federal" dan menunjuk "Kepala AI", menyatakan bahwa AI dapat menyumbang 25% terhadap PDB Amerika Serikat. Namun, tugas lembaga, pendanaan, dan kepala lembaga tersebut masih belum jelas, begitu juga hubungan dengan lembaga yang sudah ada. Penasihat internal Gedung Putih memiliki perbedaan pendapat mengenai tingkat regulasi, sehingga arah kebijakan masih tidak pasti.
Dana lindung nilai beralih ke posisi bullish terhadap yen untuk pertama kalinya dalam 14 bulan, sinyal pembalikan carry trade?
Hedge fund untuk pertama kalinya sejak Juli 2025 mulai optimis terhadap yen dan mulai bertaruh bahwa yen akan menguat.
