Penguatan logika penggabungan SpaceX dan Tesla, "kapan akan bergabung" menjadi fokus diskusi
Menurut Golden Ten Data pada 6 Juli, sepuluh tahun lalu Elon Musk menganggap hubungan antara SpaceX dan Tesla “lemah” dan kurang alasan untuk merger. Kini, pembahasan pasar telah beralih dari “apakah akan merger” menjadi “kapan akan merger”, dan investor jangka panjang menganggap merger itu sudah pasti. Meskipun Musk belum mengonfirmasi secara terbuka, ia kerap menyebut “integrasi” bisnis-bisnisnya, sementara SpaceX juga mengisyaratkan dalam dokumen bahwa mereka mungkin akan menerbitkan sejumlah besar saham, memicu spekulasi transaksi. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua perusahaan telah beralih ke AI: Tesla bertaruh pada teknologi mengemudi otomatis dan robot humanoid, sedangkan SpaceX mengakuisisi xAI dan berencana membangun pusat data luar angkasa. AI diperkirakan akan menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX mulai tahun ini. Ikatan bisnis antara keduanya semakin kuat, SpaceX mengungkapkan telah membeli baterai dan Cybertruck dari Tesla, dan Tesla juga secara tidak langsung memiliki saham SpaceX karena akuisisi xAI. Walaupun Musk menolak logika merger sepuluh tahun lalu, pada tahun 2025 ia mengakui bahwa ketiganya mempunyai sinergi di bidang satelit tenaga surya AI—yang ia anggap sebagai teknologi kunci untuk “mendapatkan energi surya dalam jumlah besar”.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mizuho menurunkan target harga Onsemi menjadi 95 dolar AS
Survei Bank Sentral Eropa menambah ketidakpastian prospek kenaikan suku bunga: ekspektasi inflasi meningkat di semua lini, semuanya di atas target 2%.
Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa ekspektasi inflasi konsumen naik pada bulan Agustus.
UNI sempat menyentuh angka 9 dolar AS
