Sumber: Arab Saudi berencana memperluas pipa minyak ke Laut Merah, meningkatkan kapasitas sebesar 2 juta barel per hari untuk melewati Selat Hormuz.
Pada 7 Juli, lima sumber yang memiliki informasi mengungkapkan bahwa Arab Saudi sedang mempertimbangkan untuk menambah kapasitas pipa minyak mentah ke pesisir baratnya di Laut Merah, sehingga Arab Saudi dan negara tetangganya dapat mengangkut lebih banyak minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz. Pipa timur-barat ini, yang dibangun pada awal 1980-an, kini memiliki arti strategis yang semakin besar sejak perang Iran pecah pada bulan Februari dan terjadinya gangguan pengiriman di Selat Hormuz. Pipa ini dapat mengirimkan hingga 7 juta barel minyak mentah per hari ke pelabuhan Laut Merah. CEO Saudi Aramco menyatakan pada Mei bahwa sekitar 2 juta barel dipasok ke kilang di pesisir barat, sementara sekitar 5 juta barel untuk ekspor. Sumber-sumber menyebutkan bahwa Arab Saudi sedang dalam pembicaraan awal dengan beberapa negara tetangga mengenai perluasan pipa ini, dengan tujuan menambah sekitar 2 juta barel kapasitas per hari. Belum jelas apakah rencana ekspansi Aramco tersebut mencakup peningkatan infrastruktur yang sudah ada atau pembangunan pipa baru. Salah satu sumber menyebutkan bahwa rencana ekspansi ini juga melibatkan pipa produk minyak olahan dengan kapasitas lebih kecil. Dua sumber menyatakan bahwa skala ekspansi dapat berkisar antara 1 juta hingga 2 juta barel per hari, dengan minyak olahan juga dipertimbangkan. Sumber lain mengatakan bahwa proyek ini akan memakan waktu beberapa tahun dan menelan biaya miliaran dollar AS, sehingga diperlukan penyesuaian pada mekanisme penetapan harga minyak mentah Arab Saudi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Goldman Sachs: Kekhawatiran tentang "gelembung laba" terlalu dibesar-besarkan, S&P 500 diperkirakan akan naik ke 8700 poin tahun depan
Goldman Sachs memprediksi bahwa laba perusahaan akan tumbuh sebesar 11% tahun depan dan berpotensi mendorong indeks S&P 500 naik sebesar 14% dalam setahun ke depan menjadi sekitar 8.700 poin.
Lagarde menegaskan akan meninggalkan European Central Bank pada tahun 2027 tetapi menolak memberikan tanggal pasti.
Christine Lagarde menegaskan kembali bahwa dia akan mengundurkan diri sebagai Presiden European Central Bank pada tahun 2027, namun menolak untuk mengungkapkan apakah dia akan tetap menjabat hingga masa jabatannya berakhir pada Oktober tahun depan.
