Pemerintah India meminta bank milik negara untuk meningkatkan upaya menarik simpanan valuta asing dari 35 juta diaspora India di luar negeri guna memperkuat cadangan devisa nasional dan mendukung nilai rupee yang terus melemah.
Menurut sebuah pernyataan, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman pada hari Senin mengadakan pertemuan untuk mendorong bank milik negara meningkatkan keterhubungan dengan diaspora India di luar negeri melalui kegiatan promosi offline, saluran digital online, dan peluncuran produk deposito inovatif. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, Gubernur Bank Sentral India Sanjay Malhotra dijadwalkan bertemu dengan CEO bank swasta dan bank milik negara pada hari Selasa untuk merumuskan rencana menarik arus simpanan dari luar negeri serta mengatasi berbagai tantangan operasional yang menghambat penerimaan dana.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
CoreWeave turun lebih dari 5%! Penambahan saham sebesar 35 juta dengan harga pasar dan penerbitan obligasi konversi senilai 3 miliar dolar, perlombaan persenjataan AI terus menghabiskan uang
CoreWeave pada hari Kamis mengumumkan rencana untuk menerbitkan obligasi konversi senior senilai 3 miliar dolar, dan bersamaan meluncurkan program penawaran pasar (ATM) untuk menjual hingga 35 juta saham. Obligasi konversi tersebut juga memiliki opsi penjatahan lebih sebesar 500 juta dolar, sehingga jika seluruhnya dieksekusi, total dana yang dapat dihimpun akan mencapai 3,5 miliar dolar. Akibat berita ini, harga saham CoreWeave sempat turun 5,3% selama perdagangan sesi.
Senilai $7,19 juta, sebuah alamat dengan 939,74 SP500 short position telah seluruhnya dilikuidasi.
Produktivitas Inggris "diremehkan"! Sejak krisis keuangan, laju pertumbuhan direvisi naik menjadi 1,3%, hampir dua kali lipat dari catatan sebelumnya
Menurut metode baru yang diumumkan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris pada hari Kamis, kinerja produktivitas Inggris sejak krisis keuangan global lebih baik daripada perkiraan sebelumnya, karena para statistikawan menemukan bahwa waktu kerja masyarakat sebelumnya telah terlalu diperkirakan.
