Video|Pendiri sebuah exchange: Sebenarnya "uang pintar" adalah trader ritel
Pada 6 Juli, pendiri Robinhood, Vlad Tenev, dalam acara podcast "The Master Investor" menyatakan bahwa semakin banyak orang mulai menyadari bahwa investor ritel mungkin justru adalah "smart money" yang sesungguhnya. Menurutnya, investor institusi sering kali terlalu fokus pada indikator makro seperti tarif dan suku bunga, bahkan terkadang menjual perusahaan dengan fundamental yang solid demi menyeimbangkan portofolio. Sementara itu, logika investor ritel justru lebih langsung—melihat apakah kinerja perusahaan membaik, produk berkualitas, dan pendapatan serta laba meningkat. Karena itulah, investor ritel kadang lebih mampu bertahan menghadapi fluktuasi jangka pendek dan memanfaatkan peluang ketika pasar panik dan aset yang bagus dijual murah.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Proporsi pemegang Bitcoin yang mengalami kerugian menurun
Mengapa India tiba-tiba membeli US Treasury dalam jumlah besar? Pembelian bersih pada bulan Juli mencapai 15.2 miliar dolar, mencetak rekor, mekanisme swap khusus menjadi kunci
Berkat pengaturan khusus yang dibuat oleh bank sentral India untuk menarik modal asing, sejumlah besar dana mengalir masuk dan India membeli surat utang AS dalam jumlah rekor pada bulan Juli.
Industri perbankan Jepang memberikan peringatan: Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang dapat memicu pengurangan nilai dan guncangan terhadap laba.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperkirakan akan terus meningkat, sehingga bank menghadapi risiko pengurangan nilai aset dan menurunnya keuntungan.
