Bitcoin melampaui Meta, Tesla, dan Vanguard ETF untuk menjadi aset terbesar ke-13
Bitcoin telah naik menjadi aset terbesar ke-13 di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Meta Platforms, Tesla, dan Vanguard S&P 500 ETF (VOO) dalam persaingan ketat di puncak peringkat aset global.
Perjalanan volatil dalam peringkat
Posisi Bitcoin di antara aset terbesar dunia sangat tidak stabil pada 2026. Mata uang kripto ini telah beberapa kali bergeser antara peringkat ke-13 dan ke-14 sejak Mei, dengan peringkatnya berubah hampir setiap hari seiring fluktuasi harga pada kisaran $62.000 hingga $65.000.
Persaingan di level ini sangat ketat. Meta Platforms berada di sekitar $1,526 triliun, Tesla sekitar $1,314 triliun, dan Bitcoin sekitar $1,3 triliun. Selisih antara posisi ke-12 dan ke-14 sekitar $226 miliar.
Pada 12 Agustus, Bitcoin tercatat pada posisi ke-14 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,280 triliun, di belakang Tesla dan Meta. Namun aset ini telah merebut kembali posisi ke-13 sejak saat itu, menunjukkan betapa dinamisnya peringkat ini.
Sebagai gambaran, emas masih berjaya di puncak daftar aset global dengan kapitalisasi pasar sekitar $31 triliun.
Pencapaian triliunan dolar VOO menambah konteks
Salah satu aset yang berhasil dilampaui Bitcoin dalam perebutan peringkat ini adalah Vanguard S&P 500 ETF, yang dikenal dengan kode VOO. Dana ini berhasil menembus tonggak pentingnya sendiri pada awal tahun ini, menjadi ETF pertama yang melampaui $1 triliun dana kelolaan pada awal Juni 2026.
Perbandingan ini memang tidak sepenuhnya sepadan. Dana kelolaan VOO mencerminkan modal investor yang ditempatkan dalam sebuah dana, sementara kapitalisasi pasar Bitcoin dihitung dengan mengalikan seluruh jumlah koin yang beredar dengan harga spot saat ini, termasuk koin yang hilang, terkunci, atau tidak dapat diakses.
Seperti apa institusional-grade yang sebenarnya
Kinerja Bitcoin pada tingkat kapitalisasi pasar ini menunjukkan korelasi yang nyata dengan tren saham teknologi secara umum. Ketika saham-saham berbasis AI menguat dan selera risiko tinggi, Bitcoin biasanya ikut mendapatkan dorongan positif yang sama. Namun ketika modal berpindah dari pertumbuhan ke posisi defensif, Bitcoin sering mengalami tekanan yang sama.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Dolar AS terhadap yen Jepang sempat turun ke 157.0, naik 0,8% dalam 24 jam terakhir.
