Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2026, Antam Rp 2,62 Juta per Gram

Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2026, Antam Rp 2,62 Juta per Gram

Liputan6Liputan62026/10/01 05:57
Oleh:Liputan6
Pekerja merapikan emas di galeri 24 Pegadaian, Tangerang, Selasa (7/7/2020). Harga emas Pegadaian khusus batangan 1 gram cetakan Antam hari ini naik Rp 4.000 atau 0,42% ke level Rp 950.000/gram dari harga hari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -
Harga emas di Pegadaian hari ini, Kamis (1/10/2026), menunjukkan perbedaan untuk tiga produk yang tersedia, yakni Galeri24, Antam, dan UBS. Harga emas per gram masing-masing berada di level Rp 2.515.000, Rp 2.620.000, dan Rp 2.538.000.

Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan yang dilakukan Pegadaian. Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dengan pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram.

Adapun emas Antam yang tercantum dalam daftar harga Pegadaian tersedia dalam ukuran mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian hari ini:

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.319.000
  • 1 gram: Rp 2.515.000
  • 2 gram: Rp 4.968.000
  • 5 gram: Rp 12.328.000
  • 10 gram: Rp 24.591.000
  • 25 gram: Rp 61.145.000
  • 50 gram: Rp 122.194.000
  • 100 gram: Rp 244.268.000
  • 250 gram: Rp 609.171.000
  • 500 gram: Rp 1.218.341.000
  • 1.000 gram: Rp 2.436.680.000

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.362.000
  • 1 gram: Rp 2.620.000
  • 2 gram: Rp 5.179.000
  • 3 gram: Rp 7.743.000
  • 5 gram: Rp 12.871.000
  • 10 gram: Rp 25.685.000
  • 25 gram: Rp 64.085.000
  • 50 gram: Rp 128.088.000
  • 100 gram: Rp 256.097.000

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.372.000
  • 1 gram: Rp 2.538.000
  • 2 gram: Rp 5.038.000
  • 5 gram: Rp 12.449.000
  • 10 gram: Rp 24.767.000
  • 25 gram: Rp 61.795.000
  • 50 gram: Rp 123.336.000
  • 100 gram: Rp 246.574.000
  • 250 gram: Rp 616.254.000
  • 500 gram: Rp 1.231.060.000

Catatan: Harga emas di atas merupakan harga yang tercantum di laman Pegadaian pada Kamis (1/10/2026) pukul 10.49 WIB dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Harga Emas Dunia Jatuh 6,6%

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Harga emas dunia kembali turun pada perdagangan Rabu dan berada di jalur penurunan bulanan. Kenaikan harga energi mengalahkan dukungan dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip CNBC, Kamis (1/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$ 4.152,86 per ons. Harga emas sempat naik setelah data inflasi AS dirilis lebih rendah dari perkiraan. Namun, sepanjang September, harga emas masih turun 6,6%.

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2% menjadi US$ 4.186,70 per ons.

“Dengan energi yang bergerak lebih tinggi, obligasi telah kehilangan kenaikannya dan kembali menekan logam mulia. Ini menjadi hari yang mengecewakan bagi emas meskipun peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun secara signifikan setelah hasil core PCE lebih rendah dari perkiraan,” kata trader logam independen Tai Wong.

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% pada Agustus setelah meningkat 0,1% pada Juli.

Daya Tarik Emas Berkurang

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sementara itu, indeks core PCE yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 3% secara tahunan pada Agustus. Angka tersebut sama dengan kenaikan pada Juli setelah direvisi.

Data tersebut membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sekitar 39%, turun dari 45% sebelum data PCE dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%.

Dolar AS melemah setelah data tersebut dirilis. Namun, dolar masih berada di jalur penguatan secara bulanan sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

The Fed menggunakan indikator PCE sebagai salah satu acuan untuk mencapai target inflasi 2%. Setelah menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4% pada bulan ini, bank sentral AS mengisyaratkan masih terbuka terhadap kenaikan berikutnya.

Harga emas biasanya dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi membuat aset berbunga menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Di sisi lain, harga minyak naik dan menuju penguatan bulanan setelah perundingan AS-Iran untuk mengakhiri konflik mengalami kebuntuan. Kondisi ini memicu kekhawatiran harga energi tetap tinggi dan dapat memperpanjang inflasi serta mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!