Berdasarkan keterangan resmi pemerintah dikutip dari Channel News Asia, rata-rata tarif listrik eceran kini turun menjadi 2.159,9 dong/US$ 0,085 atau sekitar Rp 1.540 (kurs Rp 18.127/US$) per kilowatt-jam (kWh), di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Di saat yang sama, tarif pajak konsumsi khusus untuk bensin yang sebelumnya berada di kisaran 7% hingga 10% dipangkas menjadi nol persen. Kebijakan pembebasan pajak bensin ini berlaku efektif mulai 1 November hingga akhir Maret tahun depan.
Advertisement
Pemerintah Vietnam menegaskan bahwa intervensi harga ini bertujuan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat kesejahteraan sosial, serta memacu aktivitas dunia usaha.
Kebijakan insentif ini meluncur di tengah target pertumbuhan ekonomi Vietnam yang cukup ambisius tahun ini, yakni di atas 10%. Agar target tahunan tersebut tercapai, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal keempat diwajibkan menembus angka di atas 12,5%.
Jepang Bakal Kurangi Subsidi Bensin Mulai Desember 2026
Berbeda dengan Vietnam, Jepang akan mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lainnya secara bertahap mulai Desember 2026. Langkah ini diambil Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran keuangan terkait kebijakan yang memakan biaya besar itu, yang sebelumnya dirancang untuk meredam lonjakan harga.
Mengutip Mainichi, Sabtu (31/10/2026), Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kepada wartawan di Tokyo kalau pemerintah akan memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti yang dilakukan tahun lalu. Hal itu diperkirakan menghemat pengeluran rumah tangga rata-rata 7.000 yen atau US$ 44 selama tiga bulan terhitung mulai Desember. Nilai itu sekitar Rp 797.830.
Keputusan ini muncul setelah partai penguasa maupun partai oposisi mengusulkan agar pemerintah meninjau kembali program subsidi bensin secara bertahap dan mempertimbangkan 'strategi keluar' (exit strategy), mengingat beban finansial yang ditimbulkannya bagi Jepang negara dengan kondisi fiskal terburuk di antara negara-negara maju utama.
Sejak Maret, subsidi bensin telah diberikan untuk membatasi harga eceran di kisaran 170 yen per liter. Takaichi menjelaskan, pada prinsipnya, target harga tersebut akan dinaikkan sebesar 5 yen setiap bulan menjelang musim semi, sembari terus memantau tren harga minyak mentah.
Ia menambahkan, subsidi bahan bakar yang diperkenalkan untuk menekan kenaikan harga di tengah kekhawatiran pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah merupakan langkah "transisional" untuk memitigasi dampak terhadap harga, sehingga sistem ini perlu dibuat agar lebih "berkelanjutan."
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement



