Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Harga Emas Dunia Melesat, Investor Cermati Pemilu AS

Harga Emas Dunia Melesat, Investor Cermati Pemilu AS

Liputan6Liputan62026/11/03 00:48
Oleh:Liputan6
Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta -
Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga emas ini didukung oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi. Sementara itu, investor menantikan pemilihan paruh waktu atau midterm elections ( pemilu paruh waktu) di Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung.

Mengutip CNBC, Selasa (3/11/2026), harga emas di pasar spot naik 1,8% menjadi US$ 3.943,62 per ons pada pukul 14.54 waktu setempat (ET). Harga emas menguat setelah sempat turun 3,6% pada Jumat ke level terendah sejak Oktober 2025.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,8% menjadi US$ 3.969,60 per ons.

Harga minyak turun sekitar 8% pada hari Senin setelah Iran dan Qatar mengadakan pembicaraan selama tiga hari berturut-turut yang bertujuan untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

"Harga minyak yang lebih lemah memberikan sedikit kelegaan, dalam hal mengurangi kekhawatiran inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga oleh The Fed pada Desember, meskipun probabilitasnya sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir," ujar Wakil Presiden Zaner Metals.

Ia menambahkan, pergerakan dolar AS juga memberikan sedikit sentimen positif. Menurut FedWatch Tool dari CME Group, para pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember sebesar sekitar 75%, turun dari 80% pada pekan sebelumnya.

Para analis menyebutkan, aksi jual besar-besaran pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) pada hari Jumat telah berdampak ke pasar yang lebih luas. Kondisi ini memicu margin call yang berujung pada penjualan aset-aset aman (safe-haven), termasuk emas.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari untuk emas, yang digunakan untuk mengukur apakah suatu aset berada dalam kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold), naik menjadi sekitar 37 pada Senin, dari posisi di bawah 30 pada Jumat. Hal ini menunjukkan harga emas telah keluar dari wilayah yang secara teknis dianggap jenuh jual.

 

Perhatian Beralih ke Pemilu Sela AS

Ilustrasi pemilihan umum Amerika Serikat. (Freepik)

Saat ini, perhatian beralih ke pemilihan paruh waktu AS pada 3 November untuk menilai potensi dampaknya terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, dan sentimen pasar secara keseluruhan.

"Latar belakang fiskal di AS kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan yang cukup signifikan untuk memberikan dampak bagi emas. Defisit diperkirakan akan terus berlanjut terlepas dari hasil pemilihan paruh waktu (midterm elections), yang mengisyaratkan bahwa beban utang dan bunga AS akan tetap menjadi faktor pendukung bagi emas dalam jangka panjang,” ujar analis Julius Baer, ​​Carsten Menke.

Harga perak di pasar spot naik 2,9% menjadi US$ 50,54 per ons. Harga perak pada sesi sebelumnya sempat turun ke bawah level US$ 50 untuk pertama kalinya sejak akhir November 2025.

Harga platinum di pasar spot naik 1,3% menjadi US$ 1.449,70, sementara harga paladium turun 1,1% menjadi US$ 965,91.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!