JPY: HSBC menyarankan status safe-haven mungkin akan kembali
HSBC: Yen Jepang Berpotensi Melakukan Pemulihan di Tengah Kondisi Pasar yang Berubah
Menurut analis HSBC, penurunan terbaru pada Yen Jepang (JPY) sesuai dengan dampak biaya energi yang tinggi dan defisit impor minyak serta gas yang signifikan di Jepang. Namun, mereka memberikan peringatan bahwa lanskap ekonomi ini bisa berubah dengan cepat.
Mereka menekankan bahwa jika pasar keuangan global menjadi lebih ketat, imbal hasil US Treasury menurun, atau kehati-hatian investor meningkat, Yen bisa menguat secara cepat. Arah USD/JPY ke depannya akan sangat bergantung pada pergerakan imbal hasil AS.
Faktor di Balik Kelemahan Yen Baru-baru Ini
Pelemahan Yen sebagian besar disebabkan oleh kondisi perdagangan yang tidak menguntungkan, terutama karena kenaikan harga energi dan defisit minyak serta gas bersih Jepang yang diperkirakan sekitar 2,7% dari PDB pada tahun 2025.
Peluang Terjadinya Perubahan dalam Dinamika Yen
HSBC memperingatkan bahwa risiko terbesar terletak pada kemungkinan terjadinya perubahan perilaku Yen. Jika kondisi keuangan global tiba-tiba menjadi lebih ketat, disertai dengan meningkatnya volatilitas pasar saham dan menurunnya imbal hasil US Treasury, Yen bisa mengalami pembalikan yang cepat.
Secara historis, dalam skenario serupa, USD/JPY telah turun dalam sebagian besar kasus—sekitar 85% dari observasi mingguan sejak tahun 2006, menurut riset HSBC.
Apa yang Bisa Mempengaruhi USD/JPY ke Depan?
- Jika imbal hasil AS terus meningkat bersamaan dengan naiknya harga minyak, USD/JPY bisa naik lebih lanjut, meskipun ada risiko intervensi valuta asing.
- Di sisi lain, jika aversi risiko meningkat dan imbal hasil US Treasury menurun—mungkin karena kekhawatiran yang tumbuh tentang pertumbuhan ekonomi—Yen bisa melakukan pemulihan yang cepat.
(Artikel ini diproduksi dengan bantuan alat AI dan kemudian ditinjau oleh editor.)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Obligasi AS 10 tahun mendekati 5%, saham AS mengalami penurunan: Goldman Sachs tetap optimis, apakah ini "kenaikan suku bunga protektif" atau awal kembali siklus pengetatan?
Minggu ini, pertemuan kebijakan Federal Reserve mungkin tidak lagi berfokus pada apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak.


Masih ada ruang imajinasi untuk pasar bullish super AI, tetapi Wall Street diam-diam telah menyiapkan "dua jenis asuransi": untuk mencegah penurunan stabil mengikis keuntungan, sekaligus melindungi dari dampak penurunan tajam.
Karena kenaikan suku bunga dan harga minyak yang menyebabkan kenaikan pasar saham terhenti, para investor memiliki pendapat yang berbeda. Ada yang khawatir pasar saham akan mengalami penjualan cepat, sementara yang lain takut pasar akan turun secara perlahan. Beberapa trader menjadi lebih kreatif dalam bertaruh pada strategi penurunan, seperti membeli opsi put pada Chicago Board Options Exchange Volatility Index atau S&P 500, atau menggunakan double binary option untuk bertaruh pada penurunan harga yang lambat.


