Negara mana yang telah menghabiskan kapasitas fiskalnya?
Perubahan Perspektif terhadap Kebijakan Fiskal
Sebelum pandemi COVID-19, inflasi tetap rendah secara konsisten, sehingga memunculkan keyakinan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga rendah tanpa batas waktu. Asumsi ini membuat banyak pemerintah menumpuk utang dalam jumlah lebih tinggi, dengan keyakinan bahwa biaya bunga akan tetap dapat dikelola. Modern Monetary Theory merupakan contoh paling jelas dari pola pikir ini, namun pengaruhnya telah membentuk strategi fiskal secara lebih luas. Akibatnya, defisit anggaran meningkat di berbagai negara sejak pandemi, meskipun pandemi telah usai. Kebebasan membelanjakan anggaran yang dianggap tersedia berbenturan dengan lonjakan inflasi dan peningkatan permintaan pengeluaran pasca COVID-19.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Obligasi AS 10 tahun mendekati 5%, saham AS mengalami penurunan: Goldman Sachs tetap optimis, apakah ini "kenaikan suku bunga protektif" atau awal kembali siklus pengetatan?
Minggu ini, pertemuan kebijakan Federal Reserve mungkin tidak lagi berfokus pada apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak.


Masih ada ruang imajinasi untuk pasar bullish super AI, tetapi Wall Street diam-diam telah menyiapkan "dua jenis asuransi": untuk mencegah penurunan stabil mengikis keuntungan, sekaligus melindungi dari dampak penurunan tajam.
Karena kenaikan suku bunga dan harga minyak yang menyebabkan kenaikan pasar saham terhenti, para investor memiliki pendapat yang berbeda. Ada yang khawatir pasar saham akan mengalami penjualan cepat, sementara yang lain takut pasar akan turun secara perlahan. Beberapa trader menjadi lebih kreatif dalam bertaruh pada strategi penurunan, seperti membeli opsi put pada Chicago Board Options Exchange Volatility Index atau S&P 500, atau menggunakan double binary option untuk bertaruh pada penurunan harga yang lambat.


